Ada yang mengintai di setiap luka kita
Mata belati diasah di balik dinding yang angkuh
Bersiap mencacah di setiap celah harapan
Tak hendak menyisakan apapun
Selain genang dan bercak darah yang bersimbah
Dua hati terkapar di lantai mimpi selamanya
Ada yang tertawa di setiap tangis kita
Temali perangkap telah siap disekeliling raga
Bersiap menjerat setiap langkah yang lengah
Tak ingin melihat kita sampai senyum sumringah
Berharap kita terjebak di satu perangkap
Dan menjadi mangsa serigala yang lapar
Atau membusuk dimusnah belatung
Tapi bukankah mereka bukan siapa-siapa..??
Kita terlalu kuat untuk takluk dalam sesaat
Peta mimpi telah kita gurat di setiap tapak kaki
Luka tangis kita jadikan bekal perjalanan
Bukankah dari tangis dan luka itu kita menjadi satu.. ??
Seperti satunya tangis dan air mata
Seperti bersatunya sakit dan luka
Bukankah kita adalah sepasang pengembara
Telah lama kita jelajahi lika liku jalan
Duri perangkap telah kita akrabi
Di ujung senja, mimpi kita menunggu
Bukankah sepanjang jalan kita telah satu
Seperti satunya pandangan dan mata
Seperti satunya gerak langkah dan kaki
Dan jalanku menujumu takkan pernah terhenti

0 komentar :
Posting Komentar
Dikomentarin Dong.......!!!