0 komentar

Tetes Air Mata



Sesak yang coba kutahan dalam hatiku, , ,
Membiarkan semua rasa bersembunyi dalam hati,,,

Tak kuasa kutahan dalam ikhlasnya Jiwa,,,
Tersenyum dalam kecewa,,,
Tertawa dalam kelukaan,,,

Tak seharusnya kujatuhkan butiran airmataku,,,
 Tidak semestinya kubiarkan itu,,,
Kisah yang berlalu dalam sekelumit perih,,
 Mengenang semuanya semakin membuatku terperosok dalam Duka,,

Tak kuasa lagi kubohongi hatiku,,,
Tak bisa lagi kunikmati sakitku,,,
 Berdiam dalam ratusan malam itu,,

Satu persatu tangguhku memudar,,
Perlahan-lahan airmataku berpijar,,, 
Tetes demi tetes yang coba kusimpan,,

Aku goyah atas yakinku....
Aku goyah akan egoku... 
Kalau aku mampu...
0 komentar

Kabar Alam Untuk Syurga



Dulu....
Begitu indah ku lihat alam raya....
Menghijau dedaunan rimbun terurai seadanya....
Berderai mata air mengalir bening tak berwarna...
Semilir angin yang berhembus tiada berdosa..

Langit biru terpampang diatas cakrawala....
Tanah yang terhampar luas topang semua dahaga...

Dulu....
Masih terdengar burung menyanyi riang tanpa usang.....
Terdengar Kepakan dahan pepohonan ikuti sang bayu....
Udara yang berhembus pecahkan gerah perjalanan....

Berhiaskan mega putih biru tanpa warna hitam kelam....
Hamparan rumput menghijau damaikan sang gembala...
Tak terasa semuanya sirna tanpa ada yang tersisa....

Tapi kini.....
Alam sudah mulai tak bergairah....
Aroma-aroma kimia merambah tanpa tega...
Dentuman hasil karya buyarkan kedamaian...
Merah dan kian menyala diatas sana....
Mega serasa enggan tampakkan senyumnya...

Dan kini.....
Embun-embun berjatuhan tiada lagi murni...
Bercampur asap tebal warnai sang pelangi...
Berlari-lari tanpa mengenal kemana ujungnya nanti...
Mesin-mesin penggerak teriak menghentak...
Ciptakan rangka musnahkan peradaban...
0 komentar

My Emotion



Dalam diam kumerasa tenang
Dalam riang ceriaku hilang
Meniti apa yang kan kucari
Disaat emosi menyaingi sang merapi

Angin kian terasa ribut mengganggu
Daun-daun berguguran tiada menentu
Ketika hujan datang tanpa diundang
kian meradang dan terus menerjang

Cahaya tatapku mulai pudar
Hanyut terbias sikap ego tingkah itu
Tak ku biar kau meledakkan amarahku
kan ku biarkan kau menari cela dihadapanku

Kau bertahta dipundakku
Ganggu ketenangan ragaku
Lenyapkan semua ceriaku
Hadirkan murung jejak langkahku

Ku tak bisa berkata hitam atau putih
Yang ku tahu hanya pedih
Apa yang ingin kau robohkan
Dunia ku ataukah harapanku

Ku tak bisa melihat indah atau buruk
Yang ku tahu hanya tertunduk
Melihat kedepan dan belajar dari ini
Jadikan kunci tuk berfikir lebih baik lagi

Emosiku yang kian menjadi dan menggunung
Mampu ku hantamkan batu karang disana
Ku ksatria tanpa kerajaan yang bertahta
Yang setiap waktu bisa hempaskan amarah

Ku bukan malaikat yang suci
Tanah ku pijak adalah jasadku
Amarah sebagai nafsu hakikiku
Khilaf sebagai manusia duniawi
0 komentar

Tetap Semangat



Selimut malam berlalu begitu saja....
Tak terasa Hari sudah berganti pagi...
Dingin masih terasa adanya...
Di saat hujan datang menyapa kita...

Terdengar detak tetesan rincik hujan....
Diatap dan diatas tanahku yg gersang...
Dedaunan yang mulai kuncup sambut dia ceria...
Para pejalan mulai merasakan keluh kesah...

Dingin semakin terasa menusuk jiwa...
Membawaku ke dalam suasana tak berdaya...
Semakin berat kurasa sadarkan lupa...
Langkah yang tertuju menahan tanpa...

Aliran air yang turun masih terlihat adanya...
Mengalir lambat lalui sang pagi merayap...
Ranting dan daun terlihat berguguran di tanah...
Bertanya-tanya,kemana arah kan membawaku ceria....

Tetap semangat biarpun jalanan terhalang....
Terus gerakkan langkah kaki yang terpancung...
Lakukanlah dengan niat ikhlas yang terpampang...
Lalui hari bersama walau meredupnya sang surya disana.....
0 komentar

Buat Sahabat Yang Terbaring



Menatap jenuh menghadap atap langit.....
Terbaring lemas Tak berdaya mengharap kuasa-Nya....
Sesuatu mengganjal di raga mulai menjelma....
Karena bintik merah menjadi bencana.......

Wahai sahabat,bertahanlah kuat...
Berdirilah tegar hadapi dengan gencar...
Dalam ratap semua mengharap...
Sembuh sedia menyongsong sang fajar....

Sahabat yang terbaring di sana....
Lihatlah disekitar,cahaya terdekat selalu menemanimu.....
Disamping  jiwamu yang sedang berjuang......
Menata kembali raga yang dirasuki gelisah.....

Percayalah semua kan berlalu dan pergi kesana..
Menjemput suka ceria bersama......
Biarkan angin membawamu pulang dengan segera...
Hembuskan senyum yang sempat tertunda...

Yakinlah kita pasti merasakan semuanya...
Kau terlena disana, kami layangkan doa....
Semoga sang Kuasa alam sembuhkan sakit dengan segera...
Untuk sahabat yang dirundung nestapa......
0 komentar

Tuhan



Diam sesaat terdiam....
Jiwa yang lelah,hati yang sepi...
Coba berdiamlah sejenak....
Otak yang penat,raga yang semu....

Sesaatpun diam.... 
Biarkan semua diam....
Lalu renungkanlah kasih-Nya yang tulus...
Lalu ingatlah Mukjizat-Nya yang selalu temanimu...
Dan sadarlah kau tak pernah sendiri....

Dialah Tuhan-Mu...
Tuhan kita...
Tuhan Alam Raya...
Kokoh di segala era...
Penguasa jagad yang fana....
0 komentar

Waktu Yang Terlupa



Tak terasa waktu telah berlalu....
 Saat senda gurah berhiaskan malam....
Canda tawa nyanyikan indahnya kesunyian ....
Petikan gitar nadakan irama keriangan....

Hentakan laju langkah mulai lamban....
Hilangkan penat Untuk sejenak.....
Arungi malam dengan guyonan...
Seakan lupa waktu yang berdetak.....
0 komentar

Di Sebuah Lampu Merah



Mungil raut wajah penadah itu....
Lentik tangannya menggenggam jenuh.....
Lincah jarinya menari, petikan jiwa yg lusuh....
Berharap sepeser rezeki melimpah, gemuruh.....

Hujan yang datang, Bukan halangan....
Panas benderang, tak jadi alasan....
Sikap miris orang sekitar, tak jadi pikiran....
Jalanan Macet, menjadi andalan....

Tinggalkan pendidikan untuk sebuah kebebasan.....
Hidup dijalanan demi sebuah harapan....
Lepas dari orang tua menjadi sebuah pengorbanan.....
Bergaul, senda gurau, hanya di temani kekalutan....

Sampai kapan dirinya seperti itu.....???
Apakah angan dan cita telah rapuh.....????
Kemana langkah itu kan tertuju....???
Tak terbayangkah orang yang melahirkan jiwa itu......????
0 komentar

Nyanyian Fajar Menjelang



Pagi itu.., Masih gelap duniaku......
Pagi itu.., Asa masih terlelap tenang....
Pagi itu.., terjamah senandung surgaku...
Lantang, seakan kian meradang....

Embun Pagi mulai berguguran...
Terbias Syair-syair sang kehidupan.....
Jejak langkah Para pelaku redakan amarah....
Mengajak pergi untuk bersama-sama mengayuh....

Syair nyanyian sang penuntun....,
Terdengar halus, merasuk jiwaku....
Terdengar sayup, mengusir segala kelu....
Bangunkan ku dari resah, bangkitkan ku dari gelisah.....

Nyanyian itu adalah Adzhan Pagi......
Mengajakku melantun, bersama ikutinya....
Penuntun itu adalah shalawat....
membias sang kelam, pemberi semangat.....

Kelopak mata masih terasa berat.....
Raga masih dibekap bersama penat.....
Ku harus kuat, musti kuat....
Songsong pagi, raih azimat.......
0 komentar

Otak Kosong



Tak bisa berpikir panjang....
Wacana serasa tertutup... 
Buram, menjadi pemandangan...
Setiap kata terucap,gagap....

Kosong, tiada berisi...
Hampa, tak berkata...
Bingung, selalu terbuka...
Saat cerita menjadi nyata...

Blank Pikiran dan rasa...
Selalu itu yang ku rasa...
Otak tiada dapat menerka....
Setiap kalimat berisi kata...

Siapa gerangan yang empunya...
Mungkin kan dianya selalu disana...
Disaat ku bertanya padanya...
Kala itu, pagi masih Buta....
 
;