0 komentar

Sejuta Harap



Berikanlah ku sepasang sayap....
Menggapai langit yang tak beratap....
Membawakan ku sejuta harap......
Ketika langkah kaki mulai berhenti berderap......
Goyah di terpa badai yang terus merayap......

Biarkanlah ku bermain diri.......
Dengan sajak dan puisi yang ku ciri....
Menghanyutkan cinta sang bidadari.....
Ide tak pernah berhenti mengalir....
Bersama mimpi yang senantiasa tertiup angin.....

Menggenggam setangkai bunga tidur...
Simpanlah di tepian hati bertutur....
Biarkan hanyut terbawa arus air....
Menuju pelabuhan-pelabuhan cinta...
Di mana ku temukan diri mu berada....
0 komentar

Kematian Selalu Menanti



Saudaraku, ingatlah MATI….
Sesungguhnya Dia adalah janji yang ditepati..
Tapi mengapa kau tak pernah peduli..
Engkau lebih memilih dunia yang hina ini…

Dalam doa kau meminta khusnul Khotimah..
Tapi pandanganmu akan dunia tak terarah..
Kau masih mencari dunia yang belum terjamah...
Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah…

Setiap nafsu yang kau hembuskan dalam hidupku..
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu...
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat obsesimu..
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu…

Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti...
Ketika ditanya apa yang kau kerjakan selama ini...
Ketika ditanya apa yang kau dapatkan selama ini...
Ketika ditanya apa yang kau amalkan selama ini…

Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri....
Kau pun tidak akan dapat melarikan diri...
Dari panas dan ngerinya siksa nanti...
Dari Dosa-Dosa yang kau lakukan setiap hari...

Saudaraku, ingatlah MATI….
Sesungguhnya Dia adalah janji yang ditepati..
Tapi mengapa kau tak pernah peduli...
Dan engkau lebih memilih dunia yang hina ini…

Semoga desingan peluru di medan jihad mengantarkan kematianku…
Atau saat Sujud sholat aku menghadap Rabbku…
Atau saat Hari Jum’at sebagai hari terakhirku…
Atau saat amalan terbaikku, malaikat melepas dengan lembut jasadku...
0 komentar

Mereka Saudara Kita



Bukan siapa yang harus memaknai kemerdekaan.......
Bukan kau ,aku atau kita semua... 
Bukan mereka yang berpujangga...
Bukan mereka para penimbun harta.... 

 Tapi, tataplah para penghuni jalanan disana...
Setiap keringatnya adalah kemerdekaan patah hati...
Setiap tangisnya adalah jeritan iblis berteman api...
Setiap waktunya adalah mimpi digurun tak bertuan...

Lalu bagaimana harus ku maknai kemerdekaan...?
Meratapi atau kah menghujani tanah basah ini....,
Setiap ucap kata meringis  penuh iba....
Gerak langkah Lunglai penuh resah....

Masih adakah Tangan Ikhlas diatas mereka....???
Pantaskah atap bumi teduhkannya....???
Sebutir nasi  berharap ringankan beban duka.....
Bisakah  berpunya membantu mereka disana....????
0 komentar

Drama Pagi Hari

 


Pagi berselimutkan kabut putih.... 
Dingin dan rimbun embun menari... 
Jejak para pencari lelah... 
Laju terjang mendekati mimpi.... 

Mentari terbangun dari tidurnya... 
Terbit bersua kembali bersamanya.... 
Mengantarkan sejuta pesan biasanya... 
Dengan jutaan kisah manusia disana... 

Menggores hari-hari yang terbentuk... 
Membingkai warna-warni kehidupan... 
Seperti sebuah kisah dalam cerita drama... 
Yang tertulis diatas lembar daun berguguran...
0 komentar

Kekal Abadi



Sebuah cerita ajarkan rasa..... 
Bertemu berpangku tangan... 
Jemari menggenggam cita... 
Raga menyimpan suka....

Kalimat beruntaikan kata...
Berdekatan bersama pujangga...
Bernyanyi riang gembira...
Bertuliskan hiasan Cinta....

Rasa yang tak kan pernah abadi...
Menggerogoti jiwa kecil insani...
Memapah kenuju ruang yang sunyi....
Senyap tak berpenghuni namun tetap suci...

Tancapkan lah rasa itu di hati....
Benamkan dalam jiwa yang lari...
Terbang bebas menuju alam mimpi...
Raih bintang berpijar menanti....
Kekal abadi hingga jiwa raga mati.......
0 komentar

Lihat, Dengan Dan Rasakan



Rintih tangisan pecahkan telinga.....
Begitu setia di pangkuan ibunda.....
Mengharap asa di simpang sana.....
Mengais rezeki dari dari mereka.....

Sang renta sempoyong berjalan.....
Temani hari duduk bersila mudah.....
Lengkap tangan bersama menadah.....
Nikmat sedikit ringankan beban di dada.....

Sebuah harapan hinggap di pundak.....
Seberapa mana jauh dia melangkah.....
Sampah tersisa kan menjadi berkah.....
Hiasi hidup lengkap melangkah.....

Tidak ada sepasang mata melihat tega.....
Tidak sepasang telinga pun mendengar susah.....
Mulut manis berkata licik tentangnya.....
Raga terpaku bekukan tingkah....

Dimana mata kita melihat mereka..  ??
Dengarkah teriakan rintih dunianya  ...??
Pernahkah mulut mengajaknya bercanda ... ??
Nasib mereka layangkan kesuraman belaka....

Dunia kan selalu berbeda rasa....
Guratan garis telah terdakwa....
Sudikah kiranya membantu mereka...
Kesemuanya menjadikan amal pahala...
0 komentar

Seleksi Sang Pagi



Langit masih tertutup kelambu hitam....
Lama mentari untuk berpijar terang....
Suara kebisingan sudah mulai usang....
Peradaban alam semakin kelam suram...

Berpacu bersama sang waktu yang sombong....
menilai pikiran lewat sebuah harapan....
Berjiwa sama tuangkan tenaga....
Lewati sang kelam rapikan coretan...

Helai demi helai di ratapi....
Mencoba ungkapkan sebuah imaji....
Terbaik yang kan menjadi seleksi....
Perkaya hati beranikan diri...

Helai itu tersusun rapi....
Memuat lara hati yang merintih....
Tertimpa tinta warna pujangga....
Menguak kisah ungkapan jiwa...

Langit buta masih menjelma....
Beriring hembus mega kelabu....
Duduk termenung hadapi kaca....
Tuntaskan rencana hasilkan cerita...

Mereka masih lelap terjaga....
Sang pemikir berkutat tiada jera....
Temani raga seteguk rasa....
Sebungkus doa hadirkan asa....
0 komentar

Wanita Berjilbab


 Berderai kain penutup nan suci.... 
Di terpa angin menjulang diri....
Beragam warna hiasi bumi...
Mendikte diri sebagai ciri...

Bersatu padu niat yang suci....
Mengemban makna dari Illahi.....
Tertulis jelas tautan kitab suci...
Ikhlas jiwa raga untuk kau jalani....

Selembar kain kau tambatkan....
Di bawah Rahmat kau hadiahkan...
Melekat erat menghias atas badan...
Terlihat indah nian dalam balutan....

Dengan niat suci yang mengiringi....
Cahaya dan berkah patut di cari....
Maklumat Illahi pasti kan terbukti...
Bagi wanita yang percaya diri.......

Tertutup bukan karena rayuan.....
Tertutup hanya sebuah keputusan... 
Rayuan duniawi egokan diri....
Keputusan nurani dekat kepada Illahi....... 

Wahai wanita berjilbab.....,
Tetapkan cahaya terangi sang suram...
Raihlah sang hawa menuju ke sana....
Jauh berdosa dekat dengan yang kuasa....

Wahai wanita berjilbab.....,
Acuhkan ocehan pada mereka....
Tentang air yang sirami kepedihan...
Tentang api yang membawa kemarahan..
Tentang angin yang hembuskan kemunafikan...
Tentang tanah yang menyimpan kedengkian.....

Wanita berjilbab.....,
Tetaplah bersama-Nya....
Tautkanlah dalam niat....
Jalani penuh rahmat....
0 komentar

Angkringan ( Lesehan )



Jejak Langkah ramai menimpa tanah...
Saat asa mulai berbaur bersama cita.....
Disana kan menatap ribuan mata....
Mengajak duduk bertukar cerita....

Senja kan pulang ke peradabannya....
Songsong  malam bersama bulan...
Hujan dan kelam tidak jadi alasan....
Bertahan, bertemankan jajakannya....

Tak henti jemari petikkan nada....
Teriak sumbang lirik pecahkan telinga...
Hentakan suara bersama menyapa...
Ramaikan suasana usir nestapa.....

Di tempat itu, tercipta suasana rasa...
Tempat bersandar jiwa nelangsa.... 
Di tempat itu, berbaur ungkapan jiwa...
Suka duka, sedih dan gembira.......

Dalam angkringan....,
Resah gelisah luntur berubah....
Bersama angkringan...,
Suka cita berhias canda tawa.....

Keramaian Kota sebuah anugerah.....
Tanah basah menjadi gelisah....
Berjuang bersama cita dan harapan...
Genggam sang waktu rezeki tercurah......
0 komentar

Tangan Di Atas



Bukan siapa yang harus memaknai kemerdekaan....

Bukan kau ,aku atau kita semua...

Bukan mereka yang berpujangga...
Bukan mereka para penimbun harta....


Tapi, tataplah para penghuni jalanan disana...

Setiap keringatnya adalah kemerdekaan patah hati...

Setiap tangisnya adalah jeritan iblis berteman api...
Setiap waktunya adalah mimpi digurun tak bertuan...


Lalu bagaimana harus ku maknai kemerdekaan...?
Meratapi atau kah menghujani tanah basah ini....,
Setiap ucap kata meringis  penuh iba....
Gerak langkah Lunglai penuh resah....

Masih adakah Tangan diatas mereka....???
Pantaskah atap bumi teduhkannya....???
Sebutir nasi kan berharap pula.....
Bisa kah  berpunya membantu mereka....
 
;